KOPENHAGEN, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan akan menyampaikan pidatonya pada high level segment KTT Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, pada Kamis (17/12/2009) siang waktu setempat atau petang waktu Indonesia. Dalam jadwal yang dikeluarkan UNFCCC, Presiden SBY mendapatkan kesempatan ketujuh bersama 18 kepala negara lainnya pada pukul 10.00-13.00.
Enam kepala negara yang akan menyampaikan pidatonya selain SBY adalah Presiden Mexico Felipe Calderon Hinojosa, PM Australia Kevin M Rudd, PM Hellenic Republic (Greece) George Papandreou, PM Albania Sali Berisha, Presiden Gabon A;i Bongo Ondimba, Presiden Kiribati Anote Tong, Presiden Burkina Faso Blaise Compaore, PM Kuwait Sheikh Nasser Mohammed Al Ahmad Al JAber Al Sabah, Presiden Guyana Bharrat Jagdeo, Presiden Mongolia Tsakhia Elberdorj, PM republik Namibia Nahas Angula, Presiden Israel Shimon Peres, PM Malaysia Dato' Sri Mohd. Najib Tun Abdul Razak, PM Mauritius Navinchandra Ramgoolam, PM Thailand Abhisit Vejjajiva, PM Maroko Abbas El Fassi, dan Presiden Bolivia Juan Evo Morales Ayma.
Menurut informasi yang beredar, kemungkinan Presiden akan menyampaikan pidatonya dalam Bahasa Indonesia. Akan tetapi, belum ada kepastian apakah hal tersebut jadi dilakukan karena dua hari lalu masih mencari penerjemah yang akan mengalihbahasa ke Bahasa Inggris. Presiden sendiri telah tiba di Kopenhagen pada Rabu sore kemarin, Ketua Delegasi RI, Rachmat Witoelar mengatakan, Presiden akan mendorong terciptanya hasil kesepakatan yang baik dari pertemuan hampir dua pekan ini.
Sementara itu, menyusul makin krusialnya waktu mendekati akhir konferensi dan kedatangan para kepala negara, pengamanan dan akses masuk ke lokasi pelaksanaan konferensi di Bella Centre, Kopenhagen, makin ketat. Bahkan, sejak sore kemarin, perwakilan NGO tidak diperbolehkan masuk meskipun sudah memiliki ID resmi. Pelarangan ini sempat diwarnai insiden bentrok antara para aktivis yang memaksa masuk dengan pihak kepolisian. Mereka yang melakukan aksi penerobosan langsung diamankan pihak kepolisian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang